Blogger Tips and Tricks

Rabu, 22 Mei 2013

Potret Jepang Masa Lalu – 20 Foto Yang Menakjubkan

historical-japan-02-reading

Dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi dan selamanya terpaku di depan layar komputer dan smartphone kita, kita sering lupa bahwa dunia yang kita tinggali ini dulunya merupakan sebuah tempat yang lebih sederhana. Orang-orang menulis surat dengan santai, mengatur jadwal dengan baik sejak jauh hari sebelumnya untuk bertemu dengan teman dan orang-orang yang kita cintai, dan, tanpa memiliki video streaming dan pemutar musik yang ringkas dan tahan air sebagai alat hiburan kita, kita lebih dapat memiliki waktu untuk mengapresiasi hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita.
Sebagai pengingat akan gaya hidup Jepang yang dulunya sangat tenang namun sangat indah, di bawah ini kami hadirkan sebuah koleksi foto, yang menyajikan berbagai kultur Jepang masa lalu seperti taman yang indah, jembatan kayu yang dengan lengkungannya yang kokoh di atas sungai, dan orang-orang biasa yang menghabiskan hari mereka, sekitar 100 tahun yang lalu.
Jadi seduhlah secangkir teh yang nikmat, matikan ponsel Anda, dan sisihkanlah beberapa menit dari waktu Anda untuk menikmati dan mengapresiasi betapa berbedanya kehidupan di Jepang jaman dahulu itu.
Silakan menikmati.

Lima Lagu Pengantar Tidur/Nina Bobo (Lullaby) Jepang Kuno

japanese lullaby - resize

Setiap kebudayaan memiliki lagu pengantar tidur atau nina bobo sendiri, lagu-lagu yang sederhana namun indah, dinyanyikan oleh orang tua sejak zaman kuno.
Beberapa lagu nina bobo tersebut ditampilkan dalam berbagai film atau ditafsirkan oleh berbagai penyanyi terkenal, jadi lagu-lagu seperti HushLittle BabyTwinkle Twinkle Little Star atau Frère Jacques kini dikenal di seluruh dunia.
Di lain pihak, lagu nina bobo Jepang kurang begitu dikenal di luar Jepang, jadi supaya kita lebih mengenal lagu-lagu yang tidak kalah indahnya dengan lagu-lagu nina bobo Barat, di bawah ini telah dipilihkan 5 lagu nina bobo Jepang, dengan berbagai penafsirannya.


Tanbo Art, Seni ‘Melukis’ Sawah Oleh Petani Jepang


tanbo art-001

Tanbo art adalah sebuah seni unik ‘melukis’ di atas sebidang sawah. Tentunya bukan menggunakan cat seperti pelukis sebenarnya, namun para petani di Jepang menggunakan beberapa jenis padi dengan warna-warna yang berbeda untuk menghasilkan sebuah karya seperti yang diinginkan, yang merupakan sebuah gambar raksasa di lahan pertanian mereka.

Penjahat Di Jaman Edo Seringkali Dapatkan Hukuman Dengan Ditato Di Wajah Mereka

japan tattoo for criminals 01

Sepanjang sejarah, Jepang telah memiliki hubungan yang kompleks dengan tato. Tidak seperti di sebagian besar negara barat dimana tato hanya dianggap sebagai bentuk ekspresi atau keputusan yang salah, saat ini seni tubuh secara umum dipandang rendah dalam masyarakat Jepang walaupun mereka memiliki beberapa seniman dan teknik terbaik di dunia.
Dan masyarakat Jepang tidak menyadari bahwa belum terlalu lama, di Jaman Edo (1603-1868), hukuman yang dijatuhkan untuk kejahatan yang tidak keji adalah diberi sebuah tato tepat di tengah dahi kita.
Disebut “hukuman tato” (irezumi kei), hukuman tersebut diberikan kepada pelaku kejahatan yang relatif ringan seperti pencurian atau perampokan. Hukuman ini juga digolongkan sebagai hukuman fisik, sama seperti hukuman cambuk.
Seringkali hukuman tersebut diikuti oleh pengusiran dari daerah asal sang penjahat. Ini berfungsi sebagai pencegah baik karena rasa sakit karena mendapatkan tato wajah kita dan tampil di depan umum sebagai penjahat sepanjang sisa hidup kita.
Hal itu juga bertujuan untuk pencatatan. Seperti dapat kita lihat dari foto di atas dan bawah, jenis tato yang diberikan dipilih oleh tiap daerah masing-masing. Dengan cara ini orang dapat mengetahui di daerah mana penjahat tersebut mendapatkan hukuman.
Juga di baris bawah gambar kita dapat melihat semacam kebijakan tiga goresan di Hiroshima dimana setiap kejahatan akan mendapatkan satu goresan tato dari karakter Cina untuk “besar” (大). Di kebanyakan daerah, jika penjahat tersebut mengulangi kejahatannya, maka hukumannya adalah hukuman mati.

Festival di Jepang – Edo Nagashibina

edo-nagashibina-festival-japan1

Sebagai bagian dari Hina Matsuri (Festival Boneka), Edo Nagashibina adalah perahu-perahu mengambang yang berisi boneka-boneka di sungai. Edo Nagashibina adalah kebiasaan tradisional mengusir semua kemalangan dan roh jahat dari anak-anak perempuan. Festival ini menjamin hidup sehat.
Gadis-gadis kecil, mengenakan kimono berwarna cerah, membawa boneka mereka, biasanya terbuat dari bahan kertas atau tanaman, kepada pemimpin keagamaan. Para tetua secara khidmat menempatkan boneka tersebut di perahu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...