Blogger Tips and Tricks
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Di Jepang, manekin di toko tirukan gerakan para pelanggannya


japan-mannekin-robot-store-display1
Pengecer pakaian JepangUnited Arrows, telah menemukan cara yang inovatif untuk membuat para pelanggannya memperhatikan jendela display-nya.
japan-mannekin-robot-store-display2
Dengan menggunakan dua ‘MarionetteBots‘, robot setengah manekin ini mampu meniru gerakan para pelanggan yang berjalan di depan jendela display.
japan-mannekin-robot-store-display3
Menggunakan teknologi Kinect dan serangkaian kabel, teknologi tersebut memungkinkan manekin-manekin tersebut untuk meniru gerakan dari setiap orang -mirip dengan boneka marionette.
Klik untuk menonton video di bawah ini:

Ingin Tahu Kehidupan di Jaman Edo?


Bagi mereka yang menggemari sejarah terutama sejarah Jepang, mengetahui bagaimana kehidupan Jepang di jaman Edo [1603-1868] tentunya merupakan hal yang sangat menarik. Fukagawa Edo Museum yang terletak di Fukagawa, Tokyo dapat menjadi alternatif tujuan yang tepat karena dalam museum tersebut terdapat berbagai display yang cukup lengkap yang menceritakan kehidupan Jepang di jaman Edo.

Penjahat Di Jaman Edo Seringkali Dapatkan Hukuman Dengan Ditato Di Wajah Mereka

japan tattoo for criminals 01

Sepanjang sejarah, Jepang telah memiliki hubungan yang kompleks dengan tato. Tidak seperti di sebagian besar negara barat dimana tato hanya dianggap sebagai bentuk ekspresi atau keputusan yang salah, saat ini seni tubuh secara umum dipandang rendah dalam masyarakat Jepang walaupun mereka memiliki beberapa seniman dan teknik terbaik di dunia.
Dan masyarakat Jepang tidak menyadari bahwa belum terlalu lama, di Jaman Edo (1603-1868), hukuman yang dijatuhkan untuk kejahatan yang tidak keji adalah diberi sebuah tato tepat di tengah dahi kita.
Disebut “hukuman tato” (irezumi kei), hukuman tersebut diberikan kepada pelaku kejahatan yang relatif ringan seperti pencurian atau perampokan. Hukuman ini juga digolongkan sebagai hukuman fisik, sama seperti hukuman cambuk.
Seringkali hukuman tersebut diikuti oleh pengusiran dari daerah asal sang penjahat. Ini berfungsi sebagai pencegah baik karena rasa sakit karena mendapatkan tato wajah kita dan tampil di depan umum sebagai penjahat sepanjang sisa hidup kita.
Hal itu juga bertujuan untuk pencatatan. Seperti dapat kita lihat dari foto di atas dan bawah, jenis tato yang diberikan dipilih oleh tiap daerah masing-masing. Dengan cara ini orang dapat mengetahui di daerah mana penjahat tersebut mendapatkan hukuman.
Juga di baris bawah gambar kita dapat melihat semacam kebijakan tiga goresan di Hiroshima dimana setiap kejahatan akan mendapatkan satu goresan tato dari karakter Cina untuk “besar” (大). Di kebanyakan daerah, jika penjahat tersebut mengulangi kejahatannya, maka hukumannya adalah hukuman mati.

Festival di Jepang – Edo Nagashibina

edo-nagashibina-festival-japan1

Sebagai bagian dari Hina Matsuri (Festival Boneka), Edo Nagashibina adalah perahu-perahu mengambang yang berisi boneka-boneka di sungai. Edo Nagashibina adalah kebiasaan tradisional mengusir semua kemalangan dan roh jahat dari anak-anak perempuan. Festival ini menjamin hidup sehat.
Gadis-gadis kecil, mengenakan kimono berwarna cerah, membawa boneka mereka, biasanya terbuat dari bahan kertas atau tanaman, kepada pemimpin keagamaan. Para tetua secara khidmat menempatkan boneka tersebut di perahu.

Selasa, 07 Mei 2013

Daruma

Daruma (だるま atau 達磨?) adalah boneka sekaligus mainan asal Jepang dengan bentuk hampir bulat, dengan bagian dalam yang kosong serta tidak memiliki kaki dan tangan. Model dari benda ini adalah Bodhidharma, pendiri dari Zen.

Boneka ini merupakan pembawa keberuntungan dan lambang harapan yang belum tercapai. Daruma dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar. Orang yang ingin harapan atau cita-citanya terkabul menggambar salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas dan tinta. Bila harapan orang tersebut sudah tercapai, daruma akan menerima mata yang satunya lagi.

Di Jepang, produsen boneka daruma terbesar ada di kota Takasaki, Prefektur Gunma.



Daruma dibuat dengan teknik yang di Jepang disebut hariko. Teknik yang sama juga digunakan untuk membuat maneki neko atau berbagai macam bentuk patung yang lain. Patung yang dijadikan pola ditempel dengan lapisan kertas hingga menjadi bentuk yang diinginkan. Setelah lem kering, kertas yang melapisi patung dibelah dan patung yang menjadi pola dikeluarkan. Belahan bagian depan dan bagian belakang disatukan kembali dengan tempelan lapisan kertas. Boneka daruma biasanya dicat dengan warna merah menyala sesuai dengan warna pakaian Bodhidharma. Selain itu, warna merah dianggap memiliki kekuatan menolak bala.

Bon Odori

Acara menari bersama yang disebut Bon Odori (盆踊り?, tari Obon) dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.



Bon Odori merupakan puncak dari semua festival musim panas (matsuri) yang diadakan di Jepang. Pelaksanaan Bon Odori memilih saat terang bulanyang kebetulan terjadi pada tanggal 15 Juli atau 16 Juli menurut kalender Tempō. Bon Odori diselenggarakan pada tanggal 16 Juli karena pada malam itu bulan sedang terang-terangnya dan orang bisa menari sampai larut malam.


Hanami




Hanami (花見, melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.

Pohon sakura mekar di Jepang dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...